Tulisan

Kreasi aq. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Jika Istrimu adalah Seorang yang Tak Tahu Mau Menjadi Apa

Setiap orang pasti punya mimpi ingin menjadi apa. Bahkan sejak SD, hampir setiap guru memancing muridnya untuk memimpikan mau menjadi apa dirinya kelak. Namun, bagaimana jika istrimu adalah seorang yang tak tahu mau menjadi apa??

Ketika teman-teman sebayaku di SMA berfikir untuk menjadi dokter, pengusaha, bahkan ibu rumah tangga, aku masih tak terfikirkan mau menjadi apa. Bagiku hidup hanya dijalani saja. Tanpa mimpi yang benar-benar harus dikejar. Tanpa cita-cita yang dengan gigih harus digapai.

Yang aku tahu, apapun yang sedang dilakukan saat ini haruslah dilakukan dengan upaya terbaik apapun hasilnya nanti. Bagiku, proses adalah yang utama, karena hasil akhir hanya Sang Pencipta yang tahu apa baiknya.


Ketika semua orang berlomba-lomba merunut mimpinya untuk satu-satu diwujudkan. Aku masih dengan kebiasaanku, menjalani hidup sehari-hariku dengan optimal dan memilih pilihan di hidupku dengan pertimbanganku, mereka, dan Dia.

Tapi tenang suamiku, hidup dengan seorang sepertiku bukan berarti hidup dengan orang yang tak punya tujuan. Tujuan didepan mataku sudah jelas, JannahNya.

Bagiku, memiliki profesi bukanlah hal utama. Karena profesi hanyalah embel-embel dunia untuk membedakan peran seseorang di masyarakat atau tinggi rendahnya posisi seseorang di mata orang lain.
Yang terpenting bagiku adalah ketika peranku sebagai wanita di dunia sudah terpenuhi. Menjadi muslimah shalihah, menjadi istri yang taat, dan menjadi ibu peradaban adalah peran utama yang ingin aku kejar apapun profesiku.

Maka jangan heran, jika profesiku terus berubah-ubah untuk mendukung peranku itu. Bisa jadi aku menjadi karyawan yang bekerja fulltime bila keadaan ekonomi rumah tangga kita membutuhkan bantuan tambahan dariku. Bisa jadi aku tiba-tiba berhenti kerja karena kau dan anak-anak ternyata membutuhkanku untuk lebih banyak dirumah. Bisa juga aku menjadi mahasiswi lagi karena kau sedang memegang amanah berat yang membutuhkanku untuk menjadi asisten pribadimu dengan kemampuan tertentu. Atau bisa saja aku menjadi ustadzah karena lingkungan di sekitar rumah kita membutuhkan seorang guru ngaji.

Karena yang membuatku tersenyum adalah ketika melihatmu terbantu oleh keberadaanku. Yang membuatku lega adalah ketika ridhomu selalu menyertaiku. Yang membuatku bahagia adalah ketika anak-anak kita tumbuh menjadi anak yang shaleh dan shalihah. Yang membuatku bangga adalah, ketika keluarga kecil kita menjadi bagian dari pilar yang turut membangun peradaban islam di bumi Allah.

Suamiku, seperti halnya aku yang tak peduli apa profesiku. Begitulah aku berfikir tentang dirimu. Kau hanya perlu menjadi dirimu sendiri dengan profesi yang kau mau.

Yang ingin ku ingin tahu hanyalah, apa cita-citamu bersama aku dan anak-anak kita, serta jalan mana yang kau pilih untuk membimbing aku dan anak-anak kita menuju Jannah Nya. Dengan begitu, aku akan mengambil porsiku untuk mendukungmu.

Karena, pada akhirnya, yang kuinginkan adalah membersamai mimpimu.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS